nah dari hal tersebut sidikit banyak apabila pasar dalam kondisi normal , tenkik analisi support- resistance dapat menjadi salah satu pertimbangan, akhirnya dengan semakin banyak tanya kepada universitas google, sedikit-sedikit saya menjadi lebih paham tentang menggunakan pivot point. akan tetapi bukan itu saya sebagai bahan analisis, banyak teman yang menggunakan Fibonacci retracement sebagai patokan yang berfungsi sebagaimana pivot point, cara menghitun pivot point pernah saya jabarkan pada posting saya terdahulu, tetapi yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan informasi yang didapat dari sederetan angka pivot, R1,R2,R3,S1,S2,S3 tersebut.
pivot serta nilai support-resistance sebenarnya secara umum menggambarkan bagaimana pergerakan harga sebuah pari bergerak dalam rentang nilai tertentu. pergerakan harga ini bisa diibaratkan pita elastis yang meregang dan pada akhirnya, cepat atau lambat akan rebound dan kembali ke posisi keseimbangan. nah, pivot point ini membantu kita untuk mengetahuinya, seberapa jauh peregangan ini akan terjadi.
secara psikologis, traders umumnya juga memiliki batas psikologi tentangtingkat harga yang dianggap tinggi dan tingkat harga yang dianggap rendah. batasan-batasan psikologis yang "disepakati" iniliah yang disebut dengan level-level support-resistance.
pedoman secara umum, jika anda sudah mengetahui batas-batas kepan harga akan rebound, anda akan bisa menentukan kapan anda sebaiknya masuk ataupun keluar market. kalau kita sudah bisa mengetahui titik-titik support-resistance ini, maka kita bisa tahu, kapan sebaiknya melakukan buy dan kapan sebaiknya melakukan sell. dan kapan take profit.
biasanya kebanyakan trader yang memahami pivot point, akan memasang TP beberapa pips dibawah resistace (untuk posisi buy) atau beberapa pips diatas support (untuk posisi sell) sebagai TP. apabila dilihat trend masih kuat, tekadang memasang pending order buy beberapa pips diatas resistance atau pending order sell beberapa pips dibawah support. dengan kata lain, nilai-nilai pivot, support - resistace bisa dijadikan pedoman dalam menentukan TP/ Take Profit
pivot point dapat anda jadikan sebagain acuan sebagai sinyal indikator, meskipun anda sudah memliki indikator andalan. paling tidak ada gambaran yang lebih lengkap untuk masuk ke market.
Artikel yang Anda Cari:
- Konsep Dasar Perdagangan Berjangka
- Sekilas Sejarah Perdagangan Berjangka
- Peluang di Tengah Volatilitas tinggi pasar dunia
- Producer Price Index (PPI) adalah:
- AGEA sudah melayani: deposit dan whitdrawal dari FASAPAY
- Skrill/moneybookers? di AGEA
- Management tertinggi MasterForex Rapat resmi bersama BAPPEBTI
- Fasapay: sistem pembayaran online asli indonesia
- panduan trading: forex online
- Tips: memulai investasi saham
- Money Changer dalam bisnis forex
- Apa yang dimaksud inflasi?
- cara mengetest kemampuan robot trading
- Apa itu Reksa Dana?
- George Soros: krisis Eropa lebih buruk dari krisis 2008
- cara belajar forex: online dengan internet
- Forex: Pengaruh tingkat bunga terhadap pasar
- panduan dasar: kriteria memilih broker forex
- MasterForex: Pialang ECN unggulan (Electronic Currency Network)
- MasterForex: CFD adalah?
- sistem trading: pengenalan tahap II
- Hutang di beberapa negara di dunia
- Tanda-tanda Broker Scam atau bukan!
- FOMC: Federal Open Market Committee
- Cara menganalisa: menggunakan Candlestick
- Fundamental China dan AS tidak menguntungkan Australia
- seberapa kuat Support-Resistance level?
- Pentingnya Psikologi trading dalam Forex
- E book tentan forex
- Teori Elliot Wave: strategi forex dengan gelombang prediksi
- EURO terus naik menuju 1.4150
- Parabolic SAR: sang indikator trading
- pivot points : sub indikator
- teknik switching dalam trading forex
- Sort selling??
0 komentar:
Posting Komentar